Rumput Terbaik

Entah mengapa setiap baca cerita ini, saya selalu keinget seseorang yang pernah menemani hari-hari saya dua tahun yang lalu, mungkin ini bukan artikel murni dari saya, saya hanya ingin berbagi cerita, yang menurut saya menarik untuk dibaca.

kemana jodohku pergi

Pada suatu hari di sekolah, seorang pelajar bertanya kepada gurunya. Ketika itu, gurunya mengajar megenai kasih sayang

Pelajar itu bangun dari duduknya, “Guru, bagaimana caranya memilih seseorang yang terbaik untuk menjadi orang yang paling kita sayang?”

Guru tersebut tersenyum, “Ok, kamu ikuti apa yang kusuruh. Kamu pergi kepadang, kamu berjalan di atas rumput sambil memandang rumput yang terbentang di depan kamu. Pilihlah rumput yang paling cantik, tanpa menoleh kebelakang lagi walaupun sekali. Petiklah rumput yang kamu rasa paling cantik. Kemudian bawa ke kelas.”

Pada saat pelajar tersebut kembali ke kelas, tidak ada sehelai rumput pun di tanganya, Guru itupun bertanya “kenapa tidak ada rumput yang dipilih?”

Jawab pelajar itu “tadi, saat saya tengah berjalan, saya mencari rumput yang paling cantik. Memang ada, banyak sekali rumput yang paling cantik, namun Guru meminta memetik rumput yang paling cantik. Maka saya pun terus berjalan sambil mencari rumput yang paling cantik tanpa menoleh kebalakang walaupun sekali. Saat saya tiba di ujung padang, saya tidak menjumpai rumput yang paling cantik. Mungkin rumput yang sudah saya lewatkan tadi ada yang cantik, tapi, karena Guru tidak membolehkan saya menoleh kebelakang, maka tak ada rumput yang paling cantik yang saya berhasil petik.”

“Kita ibarat pelajar yang mencari rumput tercantik pada akhirnya….”

Pada rumput itu, kita mencari sesuatu. Tapi biar bertepatan pada waktu, usah terlalu menunggu.

Image and video hosting by TinyPic

Mungkin dulu saya terlalu memilih

Pada rumput itu, kita terlalu mencari maka akan menyusul kecewa berganti. Jika kita benar-benar meyadari, pada sebuah rasa, maka, kita perlu takut untuk tidak menghiraukanya. Perasaan akan sering hadir, sulit untuk senantiasa menanti.

Pada celahan rumput itu, pasti ada rasa, yang benar hakiki. Pelajar itu gagal mencari, begitu juga kita. Cuma, mohon, di tetapkan hati. Mohon, agar, segalanya berarti, bukan hanya sebuah mainan kehidupan dan perasaan.

Image and video hosting by TinyPic

Dan saat semuanya berlalu, saya sadar yang terbaik, ternyata ada di depan saya selama ini

“Janganlah mencari yang terbaik, jadilah yang terbaik, maka akan datang pada kita yang terbaik.”

Sumber : iluvislam

Iklan

8 thoughts on “Rumput Terbaik

  1. Waah… Msh si bunga ya…?? hehee..
    Menyesal selalu datang belakangan klu di awal namanya pendaftaran bro… Hehehee..
    Its okey… Karena hati ngga bs bohong…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s