Maaf Saya Ngak Facebookan Takut kepo

Saya pernah di tanyain nama akun facebook milik saya, mungkin teman saya mau add saya difacebook sebagai temannya dan saya jawab“Saya ngak punya”lalu teman saya jadi bingung, masa ngak punya?

Lho ini aneh, memang jaman sekarang punya facebook itu harus wajib ya? Jujur saya juga pernah punya facebook tapi lama-kelaman jadi eneg juga baca-baca status lebay. Bagi orang seperti saya facebook itu belum terlalu penting-penting amat, kecuali saya lagi ikut audisi dan butuh dukungan sms dengan “Ketik”ah sudahlah mungkin kalian juga udah bosen mendengarnya, yang pasti sosial media seperti facebook, twitter dan lain-lain sangatlah membantu untuk media promo. Dan selama ini saya melihat atau membaca berita entah itu di televisi, koran, maupun internet, saya belum pernah dengar tuh dampak positif dari facebook yang ada hanya berita negatif tentang para penguna’nya, yang paling heboh tahun 2011 silam, masih ingatkah anda dengan kasus nikah sesama jenis di Bekasi, dengan tersangka utamanya Fransiska Anastasya Oktaviany alias Rahmat Sulistiyo yang berawal dari iseng-iseng berkenalan difacebook sampai keterusan diranjang pengantin. Sampai saya ngebayangin bagaimana cerita malam pertama’nya, emang dulu ngak pakai 3D dilihat, diraba-raba, dan diterawang.

Ada juga yang sering saya jumpai, yang ngak menghargai nama pemberian Orang Tua, contoh namanya Slamet di nick facebooknya tertulis Sang Pemburu Cinta, ini maksudnya apa coba? Padahal kalau kita ketahui nama itu adalah Doa, mungkin tujuan orang tuanya ngasih nama anaknya Slamet, agar anaknya kelak slamet dunia-akhirat.

Terakhir ni yang paling saya takuti banyak kasus pemerkosaan berawal saling kenal difacebook, biasanya nich kebayakan korbannya anak Cewek menginjak usia remaja, coba bagaimana ceritanya jika saya mendapat kenalan Gadis atau Janda lalu salah satu dari mereka berniat mengajak berkenalan dan janjian bertemu disuatu tempat, kemudian saya diperkosa secara perorangan maupun bergiliran terus besok paginya saya dibuang dipingir jalan dan ditemukan warga dalam keadaan setengah telanjang lemas tak berdaya, ih ngeri saya aja yang Cowok ngarep eh ogah, bagaimana dengan anda Wanita?

Itulah beberapa alasan ngawur saya mengapa meninggalkan dan menghapus akun facebook, sebetulnya orang mau make facebook atau engak itu sah-sah saja itu hak mereka, dampak yang di timbulkan dari facebook tergantung dari pengunanya masing-masing, apakah mereka sudah siap secara lahir dan batin? Ya kalau belum siap, maka bersiap-siaplah jadi seperti ini.

anak alay

Wasalam..

Iklan

6 thoughts on “Maaf Saya Ngak Facebookan Takut kepo

  1. hahahaa… Gambare itu korban pengguna fb ya…. 😛
    positif tinking mybro… Klu fb di fungsikan sebagai sarana menjalin silaturahmi.. It’s oke lah… Banyak juga kok orng yang dapet jodoh dari fb dan mereka baik baik aja… 😉
    Seng penting jangan mudah percaya kpd siapapun orang yg baru di kenal… Waspadalah… Waspadalah….

    1. ya mbakyu mata kemana rambut kemana, benar mbakyu makanya diakhir kalimat saya ingatkan dampak yang ditimbulkan dari pegunan’nya masing-masing.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s